Suyanto Consulting
Artikel
Google
 
Menepati janji merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan, terutama ketika kita masih menjadi perusahaan yang masih kecil, tetapi kalau kita bisa melakukan, maka akan meningkatkan kepercayaan. Pengalaman saya membantu pengusaha kecil, masalah menepati janji ini yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Padahal kalau dia menepati janji akan saya bantu lagi. Tidak saja menepati janji, tetapi malah menghilang dari peredaran. Sebagian dari pengusaha kecil kita lebih menyukai menghindar daripada menghadapi masalah, sehingga masalahnya jadi tidak terpecahkan, bahkan menjadi rumit dan membuat kepercayaan luntur. Padahal jika masalah itu kita hadapi, hampir pasti masalahnya dapat dipecahkan bersama. Meskipun kadangkala, kita menerima umpatan kemarahan dan kadangkala cacian atau hinaan. Tetapi ada satu senjata bagi kita, yaitu minta maaf. Insya Allah, jika kita meminta maaf dengan tulus, kita akan dimaafkan. Kita datang bukan untuk memperuncing masalah, tetapi memecahkan masalah.
Ketika saya mengisi seminar bersama Pak Jeremy Thomas tentang kewirausahaan di STMIK Amikom Yogyakarta. Acara tersebut untuk membekali calon wisudawan agar setelah lulus tidak mencari pekerjaan, tetapi dapat menciptakan pekerjaan, meskipun barangkali hanya untuk dirinya sendiri. Pada sesi pertama yang menyampaikan pembekalan adalah Pak Jeremy Thomas, pemain sinetron yang terkenal, tetapi saat ini menjadi seorang pengusaha. Ia telah mendirikan perusahaan bernama VMT. “Kalau dahulu sebagai pemain sinetron saya menjual fisik saya, tetapi sebagai pengusaha seperti sekarang ini saya menjual otak saya” kata Pak Jeremy.
Topik: Berita
02/06/2008 08:44:07 Film kartun atau Animasi berjudul ‘Abdan’ produksi STMIK Amikom, mencatat prestasi tersendiri karena masuk dalam 10 Finalis dalam ‘Urbanimaton 2008’. Karya petualangan ‘Abdan’ dengan episode ‘Layang-Layang’ tersebut masuk 10 Finalis terbaik dalam kategori Animasi Naratif dan Non-Naratif.
Ketua STMIK Amikom, Dr M Suyanto menjelaskan kepada KR, ‘Urbanimation 2008’ diikuti oleh peserta dari berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Jambi, Palembang, hingga peserta yang berdomisili di Singapura.
Topik: Metamorfosa
Pelajaran ketiga yang saya peroleh dari penjual krupuk adalah pelajaran yang sangat luar biasa, pelajaran dari salah satu tokoh yang paling berpengaruh di dunia versi Michael Hart. Seminggu kemudian penjual krupuk itu datang kembali ke rumah saya. Seperti biasanya, datang dengan sepeda ontel yang ditemani dua plastik besar yang berisi krupuk dan selalu menebar senyum, nampak bahagia di wajahnya. Ketika tiba di rumah, saya telah berangkat ke kantor, penjual krupuk itu ditemui oleh istri saya. Setelah istri saya menyerahkan kaleng krupuk, penjual krupuk itu mengisi kaleng tersebut seperti biasanya dan selalu memberi kelebihan. “Ini bu krupuknya,” katanya sambil menebar senyum. “Ini pak uangnya” kata istri saya sambil memberikan uang Rp 20.000, kemudian penjual krupuk tersebut berusaha mengembalikan uang tersebut “Ini kembaliannya bu” katanya. “Sudah untuk bapak saja” kata istri saya. “Tidak bu, ini terlalu banyak” jawab penjual krupuk sambil ngotot untuk mengembalikan sisa uangnya. “Kalau bapak tidak mau, untuk minggu depan saja” kata istri saya. Jawaban yang sangat mengejutkan dan istri saya tidak menduga dilakukan oleh penjual krupuk tersebut,

Buku Terbaru

Lihat Buku Lainnya...

Peluang Bisnis
Katalog binis Internet di Indonesia http://www.indonetwork.co.id merupakan situs katalog bisnis Indonesia

Bisnis Rumah Makan merupakan bisnis yang menarik. Baik pada skala manajemen hingga pemasarannya. Saat ini tersedia cukup banyak waralaba (franchise). Namun...


Batik dari Indonesia, makin gencar saja melintas batas-batas negara. Makin banyak pula seniman batik dan perancang busana batik yang mempresentasikan karya mereka di ‘luar kandang’. Ini menyiratkan,batik makin dikenal di negeri orang ...


Pasar seluler dewasa ini masih mempunyai peluang yang besar. Karena itu Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memproyeksikan jumlah pelanggan seluler sampai akhir tahun 2005 akan mencapai sekitar 50 juta nomor sehingga dapat melampaui perkiraan semula yakni 40 juta nomor.
© M. Suyanto 2008.
sejak 23 Juli 2005